Selasa, 05 Maret 2013

Love, Ex-es and Moving On.

Nyaha, siang-siang galau? gapapa, sekali-kali aja. Kali ini gue bakal bahas soal cinta, mantan, dan moving on. Tiga hal yang agak susah dipisahkan, bukan?

Lalu, Ex? Mantan? apa itu? itu kain bekas, bukan? -ehehe-


Hmm.. berhubung tadi ada yang sempat menanyakan tentang mantan yang masih membekas di hati..Tepatnya, setiap orang pasti memiliki satu orang yang mereka tidak bisa lupakan (kecuali gue dan mungkin beberapa dari kalian yang membaca ini). Mungkin kita bisa melupakan, tapi tetap saja satu orang itu masih memberi efek berbeda dari yang lain.


Apa pernah gue ngalamin? Pernah.

Apa mungkin itu orang baca blog ini? Mungkin. Nothing is impossible.
Emangnya hubungan gue sama dia gimana? Ya gitu aja.

Berbagi pengalaman mengenai suatu hubungan, hubungan serius yang pernah gue jalani sudah 2 kali dan sekarang, masuk ke 3 kalinya (gue berharap bisa langgeng banget sama yang satu ini). Well, yang bisa diambil dari hubungan lama yang telah pupus itu hanyalah pelajaran dan kenangan. Gue menganggap kalau memang hubungan itu sudah tidak bisa diperbaiki, biarkanlah, tidak ada gunanya memperbaiki sesuatu yang sudah amat rusak. Kita tidak bisa memungkiri keberadaan kenangan itu karena hal itulah yang membuat kita susah move on. Kenangan selalu menghantui dan gue ga bisa mengelak kalau gue masih mengalaminya.


Memang, rasa kehilangan itu akan menjadi amat besar kalau kita benar benar sudah cinta terlalu dalam terhadap seseorang. Kemudian, kalau hubungan itu berakhir? Masih ingat Love Circle?


strangers-friends-best friends-lovers-just friends-strangers with memories. Isn't it?


Moving on adalah saat dimana kita telah siap untuk melepaskan orang yang kita pernah kita cintai dan harus bisa menahan sakit saat orang itu telah dimiliki yang lain, selain kita. Pahit, bukan? hahaha. Woles, makin lama bakal terbiasa sama sakit hati ini, nyaha~ *ditabok*


Tapi, jangan membuat dirimu merasa bersalah jika kamu kehilangan, itu berarti dia bukan jodohmu dan yang lebih baik masih menantimu. Mengatakan lebih mudah daripada melakukan, gue sendiri ga yakin kalau gue bisa melakukan hal tersebut di atas kalau gue kehilangan yang satu ini. *ambil tisu*

Karena, gue udah sayang banget sama dia..dan perasaan ini berbeda dari yang pernah gue rasain sebelumnya. Ada warna yang baru yang membuat dia jauh sangat berbeda dari yang siapapun yang gue pernah temuin. Ujian nya juga beda banget, sumpah. I want nobody else because you are really special for me, dear.. *ga mau nyebutin nama* *apaan sih ini anak lebay* *malu udah kelanjur nulis*

gue jadi puitis gini, jadi alay gini.. sejak kapan juga ya, karena memang gue bukan tipe kayak gitu.. tapi kenapa jadi gini.. *mikir keras sambil nimbang beras*


Sekarang, gue menjalani dan menikmati hubungan yang sekarang. Nyaman banget gitu rasanya~ Oke, stop, sebelum gue melayang ga karuan entah kemana, entar nyasar lagi.

Kesimpulannya, menurut gue..

Love is something worthy enough to be fought for. So, why don't we try keeping it? By saying, "I love you.." that means you're making a promise with someone else's heart. Don't break it. 

There will always be a happy ending for everything, if it's not happy, it's not the end.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar